Fenomena permainan capit boneka akhir-akhir ini ramai dijumpai dikalangan masyarakat. Bahtsul Masail Forum Musyawarah Pondok Pesantren se-Jawa Madura (FMPP) ke-37 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap Jakarta Timur, pada 13-14 Safar 1444 H/10-11 September 2022 M, secara intens membahas persoalan permainan ini. Bolehkah bermain capit boneka?
Berikut ini keputusan lengkap Bahtsul Masail FMPP se-Jawa Madura (FMPP) ke-37 tentang hukum permainan capit boneka.
Deskripsi Masalah:
Permainan capit boneka dengan mesin capit yang berbentuk cakar atau dikenal dengan nama Claw Machine mulai merambah ke toko-toko di pinggiran kota. Permainan bisa dimainkan dengan memasukkan koin yang sebelumnya ditukarkan dengan uang, satu koin bisa didapatkan dengan menukar uang seribu rupiah, ketika koin dimasukkan maka mesin pencapit atau penjepit yang berbentuk seperti cakar bisa dimainkan. Cara mainnya adalah dengan menggerak-gerakan stik pengendali cakar pencapit dengan cara menggeser-gesernya, kemudian mengarahkan cakar pencapit agar dapat mengambil boneka yang terdapat di bawah penjepit untuk diambil dan digeser ke lubang tempat mengeluarkan boneka dari mesin, ketika boneka berhasil dikeluarkan maka boneka bisa dimiliki oleh pemain. Permainan ini sangat sulit karena boneka yang dijepit mudah lepas, ketika sudah lepas maka diperlukan koin selanjutnya untuk mulai menjepit boneka lagi. Permainan lumayan digemari oleh anak-anak kecil.
Biasanya Claw Machine akan menggunakan capitan untuk mengambil boneka, mainan atau lainnya. Akhir-akhir ini muncul lagi permainan baru yang hampir mirip dengan mesin capit atau Claw Machine bernama Human Claw. Dengan Human Claw orang bisa merasakan sensasi jadi mesin capit untuk mengambil hadiah sebanyak-banyaknya. Pada intinya, Manusia menggantikan mesin capit untuk mengambil target hadiah.
Mengenai metode permainannya seseorang akan dipasangkan alat pengaman, lalu dimasukkan kedalam kolam snack untuk mengambil sebanyak-banyaknya tumpukan snack dengan aturan tidak menggunakan kaki tapi hanya sebatas menggunakan badan dan tangan saja. Permainan ini bisa dimainkan mulai dari anak-anak umur 4 tahun sampai orang dewasa dengan berat badan maksimal 80 kg dengan membayarkan Rp. 50.000.- untuk satu kali main.
Pertanyaan:
Bagaimana hukum bermain dan menyediakan wahana capit orang atau mesin sebagaimana
dalam deskripsi?
Jawaban:
Hukum bermain wahana capit dengan mesin (claw machine) adalah haram karena
mengandung unsur spekulasi (ma’nal qimar).
Catatan: Tidak bisa diakadi ijaroh karena spirit dalam permainan tersebut adalah mendapatkan boneka bukan menyewa fasilitas.
Demikian keputusan Bahtsul Masail Forum Musyawarah Pondok Pesantren se-Jawa Madura (FMPP) ke-37 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap Jakarta Timur, pada 13-14 Safar 1444 H/10-11 September 2022 M tentang permainan boneka capit. Referensi yang menjadi rujukan pembahasan adalah Masyurat Ijtima’iyah, halaman 76-77; Al-Bayan, juz 7 halaman 292; I’anah Ath-Thalibin, juz 4 halaman 327; Fathu al-Mu’in, juz 3 halaman 135.
Hadir sebagai musahih dalam Komisi B: KH. M. Ma’mun, K. Ali Maki Zainy, dan K. Sunandi .
Selain itu aktif sebagai perumus dalam Komisi B: Agus Abdurrohman Kafabihi, Ust. Anas Rifai, Ust. M. Masruhan, Ust. M. Kholid Afandi, Ust. Harsandi, Ust. Ali Romzi, Ust. Agus Sugionto, Ust. Mahrus, Ust. M. Kholil, Ust. Dinul Qoyim, dan Ust. Khotibul Umam.
Editor: Imam Syafi’i